Paket Obat Penghilang Jerawat Pratista Dan 11 Saran Dokter Kulit Tentang Jerawat

Banyak sekarang remaja yang berjerawat bisa karena hormon, keturunan, makanan dan banyak faktor lainnya. Nah jika kamu mulai berjerawat kamu bisa mencoba paket obat penghilang jerawat pratista. Ini sebuah cerita tentang pengalaman seputar masalah jerawat dari seorang yang bernama Afriyeni Amril (af_jenny80[at]yahoo[dot]com).

Ceritanya, begitu saya masuk, dokter ini bertanya macam2. Mulai dari riwayat kulit (apakah pernah berjerawat sebelomnya? Sejak kapan jerawatan? Apakah orang tua juga pernah punya riwayat berjerawat? dll) sampe pola makan, jadwal istirahat, penggunaan kosmetik, hingga kebiasaan gosok gigi dan cuci rambut. Nah lho? Dokter ini, bener2 berdiskusi dengan saya, sampe saya tahu, penggunaan pasta gigi dan cara gosok gigi yg salah, ternyata juga bisa jd penyebab jerawat.

Begitu juga dengan shampo dan cara mecuci rambut. Menurut dokter ini, pasta gigi mengandung pemutih yg tdk bagus untuk kulit wajah. Bila cara gosok gigi salah, yaitu busa pasta gigi sampai terkena pipi atau dagu, bisa menimbulkan jerawat. begitu juga dengan shampo. Sampai akhirnya, si dokter bertanya, apakah saya pernah tinggal lama di luar kota? Saya pun menjawab iya. Saya tinggal di luar kota selama 6 tahun. Dan kembali lg ke kota saya 2 tahun lalu. Si dokter menyimpulkan bahwa ini karena perbedaan iklim, dari daerah laut, ke daerah rawa, hehehehe… Ada perbedaan kelembaban, dan segala macamnya.

Si dokter memberi saya obat oral untuk 20hr dan obat oles. Obat oral ini berupa 2 jenis kapsul yg masing2 dimakan 1x sehari. kapsul pertama adalah kapsul yg mengandung beta karotin, vitamin dan mineral. Kapsul kedua mengandung benzoyl peroxide. Obat oles yg diberi berupa sabun muka yg dipakai hanya pada pagi hari, cleansing yg dipakai pagi dan malam, obat kocok acne yg dipakai saat hendak tidur (aromanya sedikit berbau sulfur), cream yg dipakai untuk pagi hari dan bedak tabur warna kulit.
Selain memberi obat ini, dokter juga memberi pesan :

  1. Diet dengan benar dalam artian kurangi makanan berminyak, makanan manis seperti coklat dan es krim, lalu makan yg biasanya menjadi pemicu alergi seperti telor, seafood.
  2. Perbanyak makan sayuran yg difariasikan dari sayuran putih, hijau dan kuning atau merah.
  3. Perbanyak makan buah2an yg juga difariasikan.
  4. Perbanyak minum air putih.
  5. Cukup istirahat.
  6. Perbanyak sirkulasi udara di rumah, dalam artian jangan melulu pake AC atau Fen, jendela dan pintu tetap harus dibuka pada pagi dan sore hari untuk sirkulasi udara yg bagus.
  7. Perhatikan kebersihan pakaian dan seprey juga selimut.
  8. Jaga kebersihan tangan
  9. Gosok gigi dengan benar dan cuci rambut dengan benar.
  10. Jangan terlalu memikirkan jerawat anda, coba fokuskan, apa yg akan kita lakukan saat jerawat ini dan bekasnya hilang ( saat itu saya menjawab, saya ingin pake eyeshadow dan blush-on yg saya idamkan, hehehehe).
  11. Berdoalah, krn usaha tanpa doa juga tidak afdol.

Dalam 37 hari, jerawat dan bekasnya hilang. memang menguras dompet, tapi setimpal dengan hasilnya yg maksimal. Bahkan kulit wajah saya terlihat lebih cerah. Sekarang saya bisa katakan, jangan takut untuk kedoter kulit, memang mahal tp sehat tidak selamanya murah bukan? ada saatnya kita harus memilih jalan yg mahal, bila jalan yg murah sudah tidak bisa lagi diharapkan. Tapi ingat, tetap harus pintar2 memilih dokter kulit.
Ini yg saya lakukan saat memilih doter kulit :

  1. Saya bertanya kepada banyak org. Mulai dengan tetangga, teman, dan saya juga ‘menugaskan’ saudara untuk bertanya hal yg sama pada teman2 mereka.
  2. Setelah mendapat gambaran dokter yg dikatakan bagus, saya mendatangi tempat praktek dokter tersebut dan bertanya macam2 pada pasien disana. Seperti : apakah bapak/ibu/mbak pernah ke dokter ini sebelumnya? dokternya seperti apa ya? apakah beliau komunikatif? apakah beliau bersedia memberika no hp nya untuk konsultasi lebih lanjut? obat apa yg biasanya diberi? cocok gak? kira2 seperti itu.
  3. Saya mencoba mendapatkan nomor HP dokter tersebut dan mencoba menelopon beliau, saya ingin buktikan sendiri apakah si dokter benar komunikatif seperti yg disampaikan para pasiennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *